Friday, August 17, 2018

Upacara Ulang Tahun Mahkamah Agung dilaksanakan pada Hari Minggu

Upacara Ulang Tahun Mahkamah Agung Tahun 2018 kali ini dilaksanakan tepat hari minggu berhubung tanggal 19 Agustus 2018 jatuh pada hari minggu. Sungguh ironis, begitu banyak pendapat kalangan Warga Peradilan, mengapa tidak diundur kehari senin, mengapa dipaksakan pada hari minggu. Pimpinan Mahkamah Agung dalam hal pengambil kebijakan ini kurang memiliki kebijakan berbasis empati, karena sudah jelas hari minggu adalah hari libur nasional dan hari ibadah umat Nasrani. Padahal hanya upacara saja yang dalam hitungan belasan menit saja.

Bolehlah yang dekat kantor dengan Rumahnya bisa sempat beribadah, tidak sedikit yang memakan waktu dari rumah ke kantor masing-masing. Jika masalah mengganggu jam kerja, jauh-jauh hari sudah bisa diundur untuk jadwal sidang.

Mengapa harus dipaksakan hari minggu? Jika ditanya mungkin 100% warga Peradilan pasti setuju diundur ke hari senin. Bijaklah dalam mengambil kebijakan ucap salah seorang warga peradilan dan berharap kedepannya agar bisa lebih banyak pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

2 comments:

  1. senen kan bisa.
    Minggu itu buat ibadah buat agama non muslim

    ReplyDelete
  2. mungkin sudah dipertimbangkan matang2 itu

    ReplyDelete